Pertumbuhan muslim di Amerika Latin
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Efek yang sangat besar terlihat pada
Amerika latin. Amerika bagian Latin di AS secara demografis dianggap tumbuh
paling cepat serta merupakan kelompok Muslim yang paling cepat berkembang di
Amerika. Meskipun belum banyak data statistik, diperkirakan terdapat 150.000
komunitas Latino di AS yang pindah menganut agama Islam.
Kecenderungan meningkatnya mualaf Hispanik
Islam telah dilacak oleh Masyarakat Islam Amerika Utara, yang pada tahun 2006
memperkirakan ada sekitar 40.000 Muslim Latino di AS Beberapa tokoh masyarakat
mengatakan pertumbuhan demografis baru-baru ini berakar pada pengalaman
imigrasi bersama dan retorika politik negatif yang dianggap sebagai
anti-Muslim. Mark Gonzales,
seorang penyair Muslim dan artis di California mengatakan bahwa penargetan
petugas imigrasi terhadap etnis Meksiko dan Muslim setelah serangan teror 9/11
membantu dua demografi tersebut menemukan kesamaan.
“Islam itu termasuk agama yang penyebarannya
sangat cepat di dunia, dan Latin yang masuk Islam meningkat lebih tinggi
daripada (agama) lainnya,” kata Gonzalez, seorang keturunan Meksiko-Amerika dan
Perancis-Amerika serta masuk Islam 12 tahun lalu. Jihad Turk, presiden Bayan Claremont, seorang lulusan sekolah Islam
di California, mengatakan bahwa Islam adalah yang paling mirip dengan keyakinan
Katolik. Muslim percaya pada banyak cerita yang terkandung dalam Alkitab
Kristen, termasuk para nabi, katanya.
“Muslim tidak hanya percaya pd Allah dan
Perintah Allah, tetapi juga percaya bahwa Yesus Kristus (Nabi Isa AS)
dilahirkan oleh Perawan Maria dan kisahnya diceritakan dalam Al-Quran secara
lebih rinci drpd yg diceritakan dalam Injil,” kata Turk. Organisasi Bayan Claremont telah terbentuk di AS untuk membantu
penggabungan komunitas Latino dan Muslim. Menurut Pew Center Study, 4 persen
Muslim Amerika adalah Hispanik, dan satu dari 10 Muslim kelahiran AS mengklaim
sebagai etnis Hispanik. Mualaf Muslim Hispanik telah meningkat lebih banyak
selama lebih dari 10 tahun, menurut laporan Pew. Gelombang pertama mualaf
Muslim Hispanik datang pada 1980-an dan 90-an. Analsis oleh Divinity School di
University of Chicago mengatakan bahwa sebagian besar dipengaruhi oleh
Afrika-Amerika yang merupakan bagian dari Nation of Islam.
Gelombang kedua mualaf datang
setelah adanya tragedi 9/11 ketika minat masyakat dalam Islam dan Muslim
meningkat di Amerika Serikat, dan gelombang ketiga adalah karena upaya
penjangkauan yang dilakukan oleh Muslim-Hispanik seperti Islam in Spanish
organizations, sebuah situs yang berbasis di Houston yang berfokus pada
menterjemahkan teks-teks Islam. Situs web lain, Latinodawah.org menyediakan
daftar kelompok-kelompok Muslim Amerika Latin di seluruh negeri dan juga
memiliki daftar panjang kelompok-kelompok di seluruh Amerika Latin, memberikan
kesempatan bagi mereka untuk menjaring dan menjangkau yang lain. Katherine
Ewing, seorang profesor agama di Columbia University juga sepakat bahwa ada
peningkatan jumlah Amerika Latin yang masuk Islam, dan dalam sebuah wawancara
lebih dari dua tahun lalu ida mengatakan bahwa jumlah mualaf Amerika Latin
berkisar antara 50.000 dan 100.000 orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar